Perjalanan IAP ITB, Part 5

ditulis oleh: Hari Tjahjono Mungkin banyak yang penasaran, mengapa pak Diran begitu concern tentang ikatan alumni penerbangan? Mengapa pendiri sebuah program studi di universitas masih sangat concern untuk mengumpulkan alumninya dalam sebuah organisasi yang resmi? Pak Diran adalah guru sejati. Kata-kata terakhir yang beliau pesankan kepada saya sehari sebelum meninggal dunia menunjukkan hal itu: “Hari, […]

Perjalanan IAP ITB, Part 4

ditulis oleh: Hari Tjahjono Tidak terasa, kepengurusan IAP perioda pertama, 2008 – 2011, sudah hampir selesai. Atas saran berbagai pihak, penentuan kepengurusan perioda berikutnya sebaiknya dilaksanakan lewat pemilu yang melibatkan sebanyak mungkin alumni. Akhirnya dibentuklah panitia Pemilu IAP yang pertama. Aktivis-aktivis yang terlibat diantaranya adalah mas Ahmad Ulya, mas Suhanto, mas Zarul Fuziono, mbak Lia […]

Perjalanan IAP ITB, Part 3

ditulis oleh: Hari Tjahjono Untuk menindaklanjuti pembentukan IAP ITB, pada tanggal 20 Mei 2008 diadakan pertemuan besar untuk meresmikan kepengurusan IAP ITB yang pertama. Acara tetap dilaksanakan di rumah pak Diran, tapi dilakukan di pagi/siang hari, karena hari itu adalah hari libur Kebangkitan Nasional. Hadir khusus dari Bandung adalah pak Said D. Jenie dan beberapa […]

Perjalanan IAP ITB, Part 2

ditulis oleh: Hari Tjahjono Ketika pak Diran ingin segera dibentuk ikatan alumni penerbangan, saya terpikir paling tidak mesti mengumpulkan 50 alumni. Memang Teknik Penerbangan ITB bukan jurusan yang besar. Jumlah alumninya tidak banyak, berbeda dengan alumni Mesin misalnya. Sehingga mengumpulkan 50 alumni pada tahun 2008 termasuk target yang agresif. Tapi kalau hanya belasan alumni untuk […]

Perjalanan IAP ITB, Part 1

ditulis oleh: Hari Tjahjono IAP ITB adalah singkatan dari Ikatan Alumni Penerbangan Institut Teknologi Bandung. Pembentukan ikatan alumni ini melewati jalan yang cukup panjang, dan tidak terlepas dari arahan dan dukungan yang luar biasa dari Prof. Oearjo Diran, pendiri sub jurusan Teknik Penerbangan ITB, yang beliau dirikan tahun 1962. Peran pak Diran sangat sentral tidak […]

Pendidikan Teknik Penerbangan dan Industri Dirgantara di Indonesia

Disarikan oleh: Arief Yudhanto Interview dengan Prof. Oetarjo Diran sumber: aerospaceitb.wordpress.com Prolog Bambang Irawan Soemarwoto: Kebetulan menemukan buku International Cooperation between Politics and Practice yang ditulis Mei Li Vos (2001). Dalam buku itu ada bagian yang berjudul ‘Indonesian – Dutch Cooperation in the Aerospace Industry’ yang isinya: “… about a long standing cooperation (1979-1999) in […]

Profil: Ichsan Setya Putra

ditulis oleh: Ichsan Setya Putra sumber: aerospaceitb.wordpress.com Teman-teman alumni PN ysh., Saya ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas apresiasi dan ucapan selamat atas kesempatan saya memberikan Pidato Ilmiah Guru Besar tanggal 1 Mei 2010 yl. Tentunya apa yang telah saya capai merupakan sinergi dari upaya banyak rekan dosen, dan juga mahasiswa PN (sekarang sudah menjadi alumni). […]

Hari Ini Adalah Hasil Dari Masa Lalu, dan Masa Depan Adalah Wujud Mimpi Saat Ini

ditulis oleh: Emirzal Andis sumber: aerospaceitb.wordpress.com Assalaamu alaikum Wa rahmatullah Wa barakatuh. Selamat pagi rekan2 sekalian, mohon perkenankan saya menceritakan perjalanan hidup saya dari masa kecil sampai saat ini. Dalam hidup saya punya beberapa filosofi, baik dari sisi religi maupun dari sisi non religi yang sejauh ini saya pegang teguh karena berkali-kali membawa keberhasilan secara […]

Kisah Perjalanan Seorang Freddy Franciscus

ditulis oleh: Freddy Franciscus sumber: aerospaceitb.wordpress.com Saya dilahirkan tahun 1960 di pedalaman Kalimantan Timur, tepatnya di Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Saya anak bungsu dari 7 bersaudara, almarhum ayah dan ibu saya mengelola warisan perkebunan kelapa seluas 40 ha di pulau Maratua yang masih kami kelola sampai saat ini. Masa Kecil Saya tinggal di Tanjung Redeb […]

“Membela Teman, Membela Demokrasi”

sumber: aerospaceitb.wordpress.com BANYAK orang mengira, Sri Bintang Pamungkas adalah anak terakhir. Kata Jawa “pamungkas” berarti “yang mengakhiri.” Ternyata bukan itu maksudnya. Yang dimaksudkan sebagai yang terakhir adalah perang kemerdekaan melawan Belanda. Jelasnya, lahirnya bayi yang kemudian dinamakan Bintang itu “diharapkan menandai perang yang terakhir yang terjadi di Indonesia, sehingga penjajahan selesai,” tutur si empunya nama. […]