AD/ART

ANGGARAN DASAR IKATAN ALUMNI TEKNIK PENERBANGAN ITB

MUKADIMAH

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikembangkan kearah yang dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan umat. Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejatinya dapat dikembangkan secara individu maupun kelompok secara bekerja sama tanpa dibatasi oleh suku, ras, agama dan bangsa. 

Bahwa kami, para alumni Teknik Penerbangan ITB, merupakan komponen bangsa yang dikaruniai kesempatan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya ilmu teknik penerbangan merasa berkewajiban untuk terus mengembangkan keilmuan dan mengabdi kepada bangsa dan umat manusia secara berkesinambungan.

Bahwa alumni Teknik Penerbangan ITB merasa bertanggung jawab untuk mengambil peran aktif dalam memajukan kehidupan berbangsa melalui kemampuan yang dimilikinya demi menuju terciptanya masyarakat adil dan makmur.

Bahwa alumni Teknik Penerbangan ITB merasa perlu untuk menghimpun diri dalam sebuah wadah organisasi yang berlandaskan kekeluargaan guna mencapai cita cita luhur  dengan Anggaran Dasar sebagai Berikut:

BAB I
NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN 

Pasal 1
Nama

Organisasi ini bernama Ikatan Alumni Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, disingkat menjadi IAP-ITB, dalam bahasa inggris disebut Aerospace Engineering Alumni Association of ITB disingkat AEAA-ITB dan selanjutnya disebut dengan IAP-ITB.

Pasal 2
Waktu

IAP – ITB didirikan pada XX DD MM YYY untuk jangka waktu yang tidak   ditentukan

Pasal 3
Tempat Kedudukan

IAP-ITB berkedudukan di Jakarta.

BAB II
ASAS DAN LANDASAN

Pasal 4
Asas

IAP –  ITB berasaskan Pancasila dan kekeluargaan

Pasal 5
Landasan

IAP – ITB melandasi kegiatannya dengan profesionalisme yang mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama  serta kewirausahaan tanpa bertentangan dengan peraturan yang berlaku dan Undang-Undang  Republik Indonesia.

BAB III
TUJUAN DAN KEGIATAN

Pasal 6
Tujuan

IAP – ITB bertujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang teknik penerbangan namun tidak terbatas kepada bidang lain yang bertujuan untuk memajukan taraf profesionalisme dan kemampuan industri serta kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Indonesia. IAP – ITB juga turut berperan serta dalam meningkatkan dan menyempurnakan sistem pendidikan ilmu pengetahuan dan teknik penerbangan baik bagi kepentingan ITB sebagai almamater maupun kehidupan berbangsa di Indonesia.

Pasal 7
Kegiatan

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, IAP – ITB pada pokoknya dapat melakukan kegiatan namun tidak terbatas pada kegiatan berupa:

  1. Kegiatan untuk membangun komitment dan keterlibatan bagi  pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terbatas pada ilmu teknik penerbangan serta menjaga nama baik PN-ITB
  2. Kegiatan untuk mempererat hubungan antara anggota dan memberikan pelayanan kepada anggota dengan mengutamakan perkembangan  anggota  dalam usaha meningkatkan profesionalisme dan kewirausahaan dengan fokus namun tidak terbatas pada bidang teknik penerbangan
  3. Kegiatan untuk mengkoordinir kelompok organisasi (organization cluster) dari para angota dan termasuk kegiatan dengan organisasi lain
  4. Kegiatan untuk  memberikan sumbangsih saran maupun pikiran dalam menunjang pembangunan industri penerbangan dan pendidikan ilmu teknik penerbangan di Indonesia
  5. Kegiatan untuk  menciptakan, memelihara dan meningkatkan kerjasama dalam bidang teknik penerbangan dengan organisasi profesi/badan-badan/lembanga-lembaga/instansi-instansi pemerintah dan swasta baik dalam negeri maupun luar negeri

BAB IV
KEANGGOTAAN

Anggota IAP – ITB terdiri dari:

  1. Anggota Biasa
  2. Anggota Luar Biasa
  3. Anggota Kehormatan

Pasal 8
Anggota Biasa

Anggota Biasa adalah semua orang  yang pernah terdaftar secara sah dan formal sekurang kurangnya 4 (empat) semester sebagai mahasiswa program kesarjanaan (S-1) atau paska sarjana (S2 dan S3) pada lembaga yang dikenal sebagai Program Studi Teknik Penerbangan ataupun  lembaga  sebelum dan sesudah Program Study Teknik Penerbangan terbentuk.

Pasal 9
Anggota Luar Biasa

Anggota Luar Biasa adalah seseorang  yang pernah terdaftar secara sah dan formal sekurang kurangnya 1 (satu) semester sebagai mahasiswa program pendidikan pada lembaga yang dikenal sebagai Program Studi Teknik Penerbangan ataupun  lembaga  sebelum dan sesudah Program Studi Teknik Penerbangan terbentuk yang berminat untuk menjadi anggota luar biasa IAP-ITB dan permohonannya disetujui oleh pengurus pusat.

Pasal 10
Anggota Kehormatan

Anggota Kehormatan adalah seseorang  yang telah berjasa kepada Program Studi Teknik Penerbangan ITB, atau kepada  IAP-ITB dan atas keinginan sendiri ataupun diusulkan oleh pengurus pusat untuk menjadi anggota dan disetujui oleh Pengurus Pusat.

Pasal 11
Tata Cara Keanggotaan

Mekanisme dan tata cara menjadi anggota dan pemberhentiannya diatur pada anggaran rumah tangga IAP-ITB.

BAB V
ORGANISASI

Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB memiliki kelengkapan organisasi sebagai berikut:

  1. Kongres
  2. Dewan PenasehatPembina
  3. Dewan Pengurus Pusat
  4. Pengurus Cabang
  5. Rapat Anggota

Pasal 12
Kongres

  1. Kongres merupakan badan musyawarah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi.
  2. Kongres diadakan sedikitnya 3 (tiga) tahun sekali untuk memilih ketua dewan pengurus pusat, ataupun membahas masalah masalah nasional yang dianggap penting. 


Dalam hal-hal khusus dapat dilakukan
Kongres Luar Biasa yang memiliki kewenangan yang sama dengan Kongres setelah mendapat persetujuan separuh dari anggota biasa.

Pasal 13
Dewan PenasehatPembina

  1. Dewan Penasehat Pembina bertugas untuk memberi pengarahan, pertimbangan dan saran atau nasihat kepada Dewan Pengurus IAP-ITB
  2. Dewan Penasehat Pembina diangkat oleh Dewan Pengurus IAP-ITB 
  3. Dewan Penasehat Pembina dipimpin oleh seorang Ketua Dewan merangkap anggota dan paling banyak terdiri dari 10 (sepuluh) anggota

Pasal 15
Pengurus Cabang

  1. Pengurus cabang dapat dibentuk atas usulan minimal 5 orang  anggota di wilayah geografis yang sama (provinsi atau negara jika di luar Indonesia)
  2. Pengurus cabang dibentuk oleh rapat anggota cabang yang bersangkutan
  3. Pengurus cabang dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih berdasarkan rapat anggota cabang yang bersangkutan untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.
  4. Pengurus cabang sedikitnya terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan seorang bendahara

Pasal 16
Rapat Anggota

  1. Rapat Anggota merupakan badan tertinggi tingkat cabang dan dapat dihadiri oleh anggota cabang yang bersangkutan
  2. Rapat anggota diadakan sedikitnya sekali setiap tiga tahun untuk memilih Pengurus Cabang dan memilih wakil-wakil anggota yang akan menghadiri Konggres , serta untuk membahas masalah-masalah tingkat Cabang yang dianggap penting.
  3. Rapat anggota dianggap syah apabila dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah anggota Cabang yang bersangkutan.

BAB VI
KEUANGAN

Sumber keuangan organisasi adalah:

  1. Iuran Wajib Anggota
  2. Sumbangan sah dan tidak mengikat
  3. Usaha atau kegiatan penerimaan lain yang sah


Kekayaan terdiri dari uang pangkal, uang iuran, uang sumbangan yang tidak mengikat baik berupa barang tetap maupun barang bergerak yang diperoleh dengan sah.

Harta kekayaan tersebut dicatat dalam laporan pertanggung jawaban keuangan bendahara untuk dilaporkan dalam Kongres.

BAB VII
PERATURAN RUMAH TANGGA

  1. Peraturan Rumah tangga dilarang memuat ketentuan ketentuan yang bertentangan dengan anggaran dasar ini
  2. Peraturan rumah tangga berikut perubahan perubahannya ditetapkan dan disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat

BAB VIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

  1. Perubahan Anggaran Dasar boleh diusulkan oleh sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) orang anggota biasa yang menghadiri Kongres.
  2. Perubahan Anggaran Dasar dinyatakan diterima dan syah bila disetujui oleh sckurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) jumlah peserta Kongres tersebut.

BAB IX
PEMBUBARAN

IKATAN ALUMNI TEKNIK PENERBANGAN ITB hanya dapat dibubarkan melalui Kongres dan Kongres Luar Biasa. 

BAB X
KETENTUAN PERALIHAN

  1. Untuk pertama kalinya, IAP-ITB akan dipimpin oleh Tim Formatur yang memiliki kewenangan sebagai Dewan Pengurus Pusat.
  2. Tim Formatur akan dipimpin oleh seorang Ketua  
  3. Tim Formatur berkewajiban menyelenggarakan Kongres selambat lambatnya 1 (satu) tahun sejak deklarasi pendirian IAP-ITB dilaksanakan.
  4. Pengurus cabang yang belum terbentuk, kegiatannya  akan dikelola oleh Dewan Pengurus Pusat.

BAB XI
PENUTUP

Hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini lebih lanjut akan diatur pada Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.

Demikianlah Anggaran Dasar ini disetujui dan disahkan dalam deklarasi pembentukan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal XX DD MM YYYY.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI TEKNIK PENERBANGAN ITB

BAB 1
LANDASAN

Pasal 1

Anggaran Rumah Tangga ini disusun berlandaskan pada ketentuan-ketentuan yang dicantumkan dalam Anggaran Dasar Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, dan karena itu tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan tersebut.

BAB 2
KEANGGOTAAN

Pasal 2
Pendaftaran

  1. Mereka yang berminat menjadi Anggota Biasa atau Anggota Luar Biasa Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, dapat mendaftarkan dirinya melalui Pengurus pusat atau pengurus cabang dengan cara mengisi formulir pendaftaran.
  2. Pengurus cabang akan meneruskan formulir pendaftaran kepada Pengurus pusat. Selanjutnya Pengurus pusat dalm waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari setelah menerima formulir pendaftaran, harus sudah memutuskan untuk menerima atau menolak pendaftaran anggota tersebut, berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  3. Apabila pendaftaran anggota tersebut diterima, maka Pengurus pusat akan menerbitkan kartu anggota.

Pasal 3
Pemberhentian

  1. Seseorang dapat berhenti dari keanggotaan karena:
    1. Yang bersangkutan meninggal dunia.
    2. Yang bersangkutan mengajukan permintaan berhenti dari keanggotaan.
    3. Yang bersangkutan diberhentikan sebagai anggota oleh Pengurus pusat.

Pasal 4
Pemberhentian oleh Pengurus Pusat

  1. Seseorang dapat diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, dengan alasan berikut:
    1. Karena sikap dan tindakan yang bersangkutan merugikan kepentingan bangsa Indonesia.
    2. Karena sikap dan tindakan yang bersangkutan merugikan kepentingan organisasi Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
    3. Karena yang bersangkutan tidak memenuhi kewajibannya sebagai anggota, sebagaimana ditentukan dalam Anggaran Dasar.
  2. Sebelum mememutuskan pemberhentian seorang anggota, Pengurus pusat Berhak memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan pembelaannya.
  3. Pengurus pusat dengan pertimbangan kepentingan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, dapat menerima kembali anggota yang sudah diberhentikan, dengan persetujuan yang besangkutan.

BAB 3
KONGRES

Pasal 5
Penyelenggaraan

  1. Kongres diselenggarakan baik atas prakarsa pengurus pusat maupun atas usul pengurus cabang.
  2. Pengurus pusat berkewajiban menyelenggarakan Kongres sedikitnya sekali dalam setiap masa kepengurusan. Kongres tersebut diselenggarakan dengan acara utama berupa pertanggungjawaban pelaksanaan kepengurusan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, pemilihan Pengurus pusat yang baru, dan penetapan arah kebijakan dan program Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  3. Kongres dapat diselenggarakan secara khusus atas usul salah satu pengurus cabang, yang disetujui oleh semua pengurus cabang lainnya. Kongres khusus ini diselenggarakan dengan agenda membahas permasalahan yang dikemukakan dalam usul pengurus cabang yang bersangkutan.
  4. Pengurus pusat membentuk panitia penyelenggara kongres, yang bertugas untuk mempersiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan kongres.
  5. Panitia penyelenggara kongres mengajukan usul acara dan rincian tata cara kongres yang tidak betentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, untuk dijadikan keputusan kongres.

Pasal 6
Peserta

  1. Peserta kongres adalah pengurus pusat, ketua, dan anggota Dewan Pertimbangan, perwakilan angkatan, dan perwakilan pengurus cabang.
  2. Jumlah wakil-wakil angkatan dan wakil pengurus cabang yang dapat menjadi peserta kongres sebanyak-banyaknya berjumlah 2 (dua) orang.

Pasal 7
Ketua Kongres

  1. Ketua kongres dipilih dalam kongres yang bersangkutan, berdasarkan suara terbanyak.
  2. Setiap calon anggota kongres diajukan paling sedikit oleh 10 (sepuluh) orang peserta kongres.
  3. Ketua Umum Pengurus pusat memimpin sementara kongres, dengan tugas memimpin acara pemilihan ketua kongres.

Pasal 8
Quorum dan Keputusan

  1. Kongres dapat dimulai setelah mencapai quorum, yaitu jumlah peserta kongres mencapai dua pertiga dari jumlah peserta yang diundang dan berhak hadir dalam kongres.
  2. Dalam hal quorum tidak tercapai maka pembukaan kongres ditunda selama dua jam, untuk mencapai quorum. Apabila dalam pembukaan kedua belum juga tercapai quorum maka kongres tersebut ditunda untuk terakhir kalinya selama satu jam. Setelah pembukaannya ditunda dua kali karena quorum belum tercapai, maka kongres dapat dilangsungkan dengan jumlah peserta yang ada, tanpa mempertimbangan quorum.
  3. Usul yang akan dijadikan keputusan kongres hanya boleh diajukan oleh paling sedikit 10 (sepuluh) peserta kongres.
  4. Keputusan kongres dianggap sah berdasarkan persetujuan suara terbanyak.

BAB 4
PENGURUS PUSAT

Pasal 9
Ketua Umum

  1. Calon ketua umum diajukan oleh sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh ) anggota Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  2. Ketua umum dipilih dari calon-calon yang menyatakan secara tertulis bersedia untuk dicalonkan dan dipilih berdasarkan suara terbanyak.
  3. Sebelum dilakukan pemungutan suaru untuk memilih ketua umum, calon-calon yang bersangkutan masing-masing diberi kesempatan untuk menguraikan garis besar rencana kerjanya.

Pasal 10
Anggota Pengurus

  1. Ketua umum terpilih harus menyusun anggota kepengurusannya untuk diberitahukan kepada peserta kongres.
  2. Anggota pengurus pusat yang harus dimintakan persetujuan kongres adalah Sekretaris Umum dan Bendahara.
  3. Apabila ada calon anggota pengurus pusat yang tidak disetujui oleh peserta kongres, maka ketua umum harus mengusulkan nama calon penggantinya, untuk dimintakan persertujuan peserta kongres.

Pasal 11
Kewajiban Pengurus Pusat

  1. Menyusun rencana kerja yang berlandaskan pada dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  2. Menjalankan rencana kerja serta keputusan kongres.
  3. Menyusun dan menyampaikan laporan berkala tentang pelaksanaan rencana kerjanya kepada seluruh anggota paling sedikit satu tahun sekali.
  4. Menyusun laporan keuangan sebagai bagiand dari laporan pelaksanaan rencana kerjanya.

BAB 5
DEWAN PEMBINA

Pasal 12
Kenggotaan Dewan Pembina

  1. Anggota dewan pembina diusulkan oleh pengurus pusat, untuk dimintakan persetujuan kongres.
  2. Seseorang dicolaonkan menjadi anggota dewan pembina apabila dianggap dapat berjasa bagi kepentingan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  3. Keanggotaan Dewan Pembina dijabat untuk jangka waktu 4 (empat) tahun, dan dapat diperpanjang berdasarkan usulan pengurus pusat dan persetujuan kongres.
  4. Kenggotaan dewan pembina dapat diberhentikan karena:
    1. yang bersangkutan meninggal dunia
    2. yang bersangkutan menyatakan secara tertulis tidak bersedia lagi menjadi anggota dewan pembina
    3. keputusan kongres

Pasal 13
Hak Dewan Pembina

  1. menyampaikan pendapat dirinya kepada pengurus pusat, baik diminta atau tidak, berupa saran atau petunjuk tertulis tentang kegiatan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB.
  2. Menyampaikan pandangan dirinya tentang suatu hal berdasarkan permintaan pengurus pusat, untuk disampaikan kepada para anggota dalam bentuk tulisan yang disebarkan oleh pengurus pusat, atau dalam bentuk lisan dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh pengurus pusat.
  3. Menghadiri kongres sebagai peninjau.

BAB 6
CABANG

Pasal 14
Organisasi Cabang

  1. Organisasi cabang Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB dapat dibentuk ditiap propinsi dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan diluar negeri bila dianggap perlu.
  2. Pembentukan organisasi cabang Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB dapat dilakukan berdasarkan usulan tertulis dari sedikitnya 20 (dua puluh) anggota biasa, yang telah disetujui oleh pengurus pusat.
  3. Organisasi cabang terdiri dari rapat anggota dan pengurus cabang.

Pasal 15
Rapat Anggota

  1. Rapat anggota dapat diadakan oleh pengurus cabang atas prakarsa pengurus cabang, atau atas permintaan tertulis dari sedikitnya separuh jumlah anggota biasa cabang yang bersangkutan.
  2. Rapat anggota diadakan dengan mengirim undangan paling tidak 10 (sepuluh) hari sebelum rencana tanggal pembukaan rapat tersebut.
  3. Rapat anggota dianggap mencapat quorum bila pada saat pembukaannya telah dihadiri oleh lebih dari separuh jumlah anggota biasa cabang.

BAB 7
KEUANGAN

Pasal 16
Penggunaan Keuangan

  1. Keuangan yang diperoleh dari sumbangan anggota dan perolehan dana dari kegiatan lainnya atas nama Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB, digunakan untuk mendanai kegiatan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB sesuai dengan azas manfaat dan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
  2. Program atau kegiatan atas nama Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB baik yang dilakukan oleh pengurus pusat maupun pengurus cabang wajib menyampaikan laporan kegiatan beserta laporan keuangannya paling lambat satu bulan setelah program atau kegiatan tersebut dinyatakan selesai.
  3. Keuangan yang diperoleh dari kegiatan lain oleh pengurus pusat dapat digunakan sesuai dengan kebijaksanaan pengurus pusat. Keuangan yang diperolah dari kegiatan lain oleh pengurus cabang dapat digunakan oleh pengurus cabang sesuai dengan kebijaksanaan pengurus cabang yang bersangkutan.
  4. Penggunaan keuangan harus berdasarkan kepada program kerja pengurus pusat dan pengurus cabang dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan norma akuntansi yang berlaku di Indonesia.

BAB 8
KEGIATAN

Pasal 19
Penyelengaraan Kegiatan

  1. Kecuali penyelengaraan kongres, kegiatan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB dapat diselenggarakan baik oleh pengurus pusat maupun pengurus cabang. Bila dianggap perlu dapat dibentuk panitia untuk menyelengarakan suatu kegiatan tertentu.
  2. Panitia penyelenggara dibentuk oleh pengurus pusat maupun pengurus cabang dan bertanggung jawab kepada pengurus yang membentuknya.

Pasal 20
Peserta Kegiatan

  1. Kecuali pada kongres dan rapat anggota, kegiatan Ikatan Alumni Teknik Penerbangan ITB terbuka bagi semua anggota biasa, anggota luar biasa, dan semua yang pernah terdaftar sebagai mahasiswa pada Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, atau lembaga itu sebelumnya.
  2. Anggota biasa dan anggota luar biasa yang telah membayar iuran, berhak mendapat potongan sebesar 50% (lima puluh prosen) dari jumlah pembayaran untuk mengikuti kegiatan terbuka tersebut.

BAB
PENUTUP

Pasal 21
Hal Lain-Lain

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggran Rumah Tangga ini, dapat diputuskan berdasarkan kebijaksanaan pengurus pusat, sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Demikianlah Anggaran Rumah Tangga ini disetujui dan disahkan dalam rapat pengurus yang pertama dibentuk, yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal….