Perjalanan IAP ITB, Part 5

ditulis oleh: Hari Tjahjono

Mungkin banyak yang penasaran, mengapa pak Diran begitu concern tentang ikatan alumni penerbangan? Mengapa pendiri sebuah program studi di universitas masih sangat concern untuk mengumpulkan alumninya dalam sebuah organisasi yang resmi?

Pak Diran adalah guru sejati. Kata-kata terakhir yang beliau pesankan kepada saya sehari sebelum meninggal dunia menunjukkan hal itu: “Hari, saya titip pesan, tolong sampaikan kepada para pendidik, para guru, para dosen. Tugas seorang guru itu tidak hanya mengajar para muridnya saja. Tugas seorang guru pada hakikatnya adalah membuat para muridnya mengetahui secara persis apa kekuatan dan kelemahan dirinya, dan bisa bersikap dengan tepat atas kekuatan dan kelemahannya tersebut. Seorang guru yang membuat muridnya tidak tahu apa kekuatan dan kelemahannya, bisa dikatakan sebagai pendidik yang gagal…”

Semangat itulah yang membuat beliau sangat concern dengan ikatan alumni program studi yang beliau dirikan puluhan tahun sebelumnya. Sub jurusan Teknik Penerbangan ITB yang beliau dirikan tahun 1962 memang baru menjadi jurusan sendiri lebih dari 30 tahun kemudian. Jumlah alumninya memang tidak banyak. Tapi beliau sangat bangga dengan ex murid-muridnya itu. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering memuji murid-muridnya yang beliau katakan sebagai pasukan khusus, kopassus.

Pak Diran tidak salah. Ex muridnya hebat-hebat. Ada yang pernah jadi menteri. Ada yang menjadi matematikawan kelas dunia dengan memecahkan rumus Helmholtz yang sangat terkenal itu. Ada yang menjadi dosen dan peneliti di berbagai negara. Ada yang menjadi marsekal. Ada yang menjadi birokrat. Ada yang menjadi pengusaha. Ada yang menjadi eksekutif papan atas. Ada yang menjadi sutradara film sangat terkenal. Dan sebagainya. Walaupun banyak yang tidak terjun di dunia penerbangan, pak Diran sangat bangga dengan prestasi murid-muridnya. Pak Diran ingin terus mengikuti perkembangan murid-muridnya walaupun sudah puluhan tahun meninggalkan kampus. Beliau adalah guru sejati, yang tidak hanya fokus pada pengajajaran ilmu-ilmu penerbangan, tapi juga sangat peduli pada perkembangan murid-muridnya sebagai manusia yang utuh.

Beliau berharap ikatan alumni tidak hanya sebagai ajang kumpul-kumpul dari hura-hura, tapi sebagai media untuk mengembangkan diri para murid-muridnya sebagai manusia yang seutuhnya.

Semoga kita bisa mewujudkan keinginan guru kita itu, dengan terus mengembangkan IAP ITB yang lebih baik lagi. Semoga. (Selesai)

Hari Tjahjono

Hari Tjahjono

Teknik Penerbangan '84 Co-Founder PT Abyor International Chairman Indoglobit Association

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *