Perjalanan IAP ITB, Part 4

ditulis oleh: Hari Tjahjono

Tidak terasa, kepengurusan IAP perioda pertama, 2008 – 2011, sudah hampir selesai. Atas saran berbagai pihak, penentuan kepengurusan perioda berikutnya sebaiknya dilaksanakan lewat pemilu yang melibatkan sebanyak mungkin alumni. Akhirnya dibentuklah panitia Pemilu IAP yang pertama. Aktivis-aktivis yang terlibat diantaranya adalah mas Ahmad Ulya, mas Suhanto, mas Zarul Fuziono, mbak Lia Yuan, mbak Dyah Jatiningrum dll. Pada pemilu kali ini panitia menyiapkan sistem e-voting. Pada saat itu e-voting belum populer, dan IAP termasuk yang paling awal menyelenggarakan e-voting.

Walaupun dilakukan dengan e-voting, pada Hari H tetap dilaksanakan acara off-line. Pak Diran hadir paling awal diikuti para senior dan alumni yang lain. Alhamdulillah yang hadir cukup banyak. Saat itu semangat untuk berkumpul dan bersilaturahmi sangat tinggi. Saya kira faktor pak Diran memang jadi magnet, sehingga para alumni pada semangat untuk datang bersilaturahmi.

Pada Pemilu IAP yang pertama itu saya terpilih sebagai Ketua untuk perioda 2011 – 2014. Saya pun melanjutkan program-program sebelumnya, tapi juga memperkenalkan beberapa kegiatan baru. Kegiatan baru yang kami perkenalkan waktu itu adalah Turnamem Golf. Banyak senior IAP yang jago golf dan sering menjuarai sebuah turnamen, misalnya mas Eko Pratomo dan pak Budhi Suyitno. Tapi Turnamen Golf ini hanya sempat sekali dilaksanakan dan tidak berlanjut menjadi program rutin.

Tahun 2012 adalah momen penting bagi Teknik Penerbangan ITB. Inilah ulang tahun emas, ulang tahun ke-50. Pak Diran ingin ada kegiatan spesial untuk memperingati ulang tahun emas ini. Pada saat yang sama, kebetulan mas Arief Yudhanto menawarkan diri untuk membuat buku menyambut ulang tahun ke-50 ini. Tentu saja saya sangat setuju dan mendukungnya. Mas Arief dan tim pun bekerja sangat keras mewujudkannya. Ini akan menjadi hadiah ulang tahun yang istimewa saat peringatan ulang tahun Teknik Penerbangan ITB yang ke-50.

Selain buku, pengurus juga berpikir untuk mengadakan acara peringatan yang istimewa. Karena sebelumnya sudah mengadakan acara di JCC, maka untuk peringatan yang istimewa ini harusnya dilaksanakan di JCC juga. Tapi kami tidak mau gratis lagi, walaupun kami tahu biayanya pasti sangat mahal. Menyelenggarakan resepsi mewah di JCC tentu saja tidak murah. Tapi kami tidak kehilangan akal. Kami pun usul ke pak Diran untuk mengundang pak Habibie sebagai pembicara utama di acara tersebut. Mengapa mesti pak Habibie? Karena nama beliau bisa dijual untuk mencari sponsor…hihihi…

Setelah pak Habibie setuju menjadi pembicara utama, panitia pun segera bergerak cepat membuat proposal acara. Tentu saja yang paling penting adalah proposal untuk penggalangan dana. Syukur alhamdulillah dugaan kami benar. Nama pak Habibie menjadi magnet bagi pimpinan tertinggi beberapa perusahaan untuk bersedia hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi panel dalam rangkaian acara itu. Dan karena pimpinan tertingginya menjadi pembicara, tentu saja perusahaan-perusahaan itu ikut menjadi sponsor. Dalam waktu tidak terlalu lama, panitia berhasil mengumpulkan sponsorship sekitar 400 juta, yang cukup untuk menyelenggarakan acara yang mewah itu. Tercatat lebih dari 400 orang menghadiri acara Peringatan 50 Tahun Teknik Penerbangan ITB di JCC, Jakarta.

Tahun 2013 saya mulai jenuh mengurusi IAP. Selama 6 tahun mengurusi IAP sejak perintisannya di tahun 2007 tentu saja membuat saya jenuh. Butuh darah segar. Rupanya ini dibaca juga oleh pak Diran. Pak Diran pun berkali-kali menanyakan siapa calon ketua yang akan menggantikan saya? Pak Diran sangat serius mengenai hal ini, dan minta saya mengantar beliau bertemu dengan beberapa nama. Saya pun mengantar beliau mengunjungi kantor nama-nama yang beliau sebutkan. Luar biasa bukan, bukannya beliau yang mengundang murid-muridnya untuk datang ke rumah, tapi justru beliau yang mendatanginya…😱🙏 Sayangnya, baru sekali kunjungan, pak Diran jatuh sakit. Acara kunjungan ke calon Ketua IAP pun tidak berlanjut, karena sejak masuk rumah sakit beliau tidak pernah pulang ke rumah sampai meningggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Sejak pak Diran masuk rumah sakit, praktis perhatian saya hanya merawat pak Diran. Kegiatan IAP praktis vacuum. Dan ini keterusan sampai beberapa bulan sejak pak Diran meninggal dunia tanggal 17 September 2013. Tidak terasa waktu berjalan demikian cepat, memasuki tahun 2014 ketika kepengurusan perioda 2 sudah habis masa baktinya. Kepengurusan saya pun selesai, dan digantikan oleh pak Indar Atmoko, ketua perioda 3, 2014 – 2017. (Bersambung)

Hari Tjahjono

Hari Tjahjono

Teknik Penerbangan '84 Co-Founder PT Abyor International Chairman Indoglobit Association

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *