Perjalanan IAP ITB, Part 3

ditulis oleh: Hari Tjahjono

Untuk menindaklanjuti pembentukan IAP ITB, pada tanggal 20 Mei 2008 diadakan pertemuan besar untuk meresmikan kepengurusan IAP ITB yang pertama. Acara tetap dilaksanakan di rumah pak Diran, tapi dilakukan di pagi/siang hari, karena hari itu adalah hari libur Kebangkitan Nasional. Hadir khusus dari Bandung adalah pak Said D. Jenie dan beberapa dosen yang lain. Pembentukan IAP ITB disambut dengan suka cita oleh keluarga bersar Teknik Penerbangan ITB. Harapan pak Diran untuk mengumpulkan alumni yang terserak, nglumpukke balung pisah, alhamdulillah telah tercapai. Dan itu sangat disyukuri tidak hanya oleh pak Diran, tapi juga oleh keluarga besar Teknik Penerbangan ITB.

Tidak lama setelah itu saya betul-betul pindah kuadran, keluar dari tempat saya bekerja untuk merintis usaha sendiri. Praktis perhatian saya habis untuk mengurusi perusahaan yang baru saja saya rintis. Perhatian terhadap IAP ITB tidak terlalu all out. Tapi karena saya mendapat amanah sebagai Sekjend, mau tidak mau saya harus mengalokasikan sebagian waktu saya untuk IAP ITB. Kami pun bikin acara yang ringan-ringan, yang tidak terlalu menguras tenaga dan pikiran. Acaranya ngumpul-ngumpul, silaturahmi, bergantian di rumah-rumah para senior, seperti rumah pak Rudy dan pak Budhi Suyitno. Kami menyebutnya Acara Reboan, karena selalu dilaksanakan hari Rabu malam. Paling sering tentu di rumah pak Diran.

Suatu saat ketika saya sedang ngobrol-ngobrol berdua dengan pak Diran, beliau telpon-telponan dengan pak Habibie. Saya pun mengusulkan membuat acara Buka Bersama dengan mengundang pak Habibie. Pak Diran setuju, dan pak Habibie pun juga setuju. Akhirnya kita buat acara Buka Bersama IAP ITB dengan pembicara Presiden ke-3 RI! Ikatan Alumni jurusan kecil yang baru lahir itu bisa menghadirkan Presiden! Keren! Alumni muda pun saya lihat semakin bangga dengan IAP ITB. Kelompok kecil yang keren… 😀😎

Menjadi kelompok kecil yang keren ini memang menjadi aspirasi alam bawah sadar keluarga Teknik Penerbangan ITB. Pak Diran sering menganalogikan alumni PN sebagai Kopassus. Orang-orang yang spesial. Ketika saya KP di IPTN dan bertemu pak Jusman, beliau pun sering menyebut-nyebut Kopassus ini. Rupanya alam bawah sadar Alumni PN ITB memang ingin menjadi Kopassus, kelompok kecil yang hebat luar bisa…😎

Tahun 2010, usaha rintisan saya mulai jalan. Saya bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk IAP. Ketika ngobrol-ngobrol dengan pak Nugroho, alumni PN62, beliau ingin membuat acara kumpul-kumpul alumni dengan skala besar. Karena beliau orang nomor satu di JCC (Jakarta Convention Center), beliau menawarkan tempat di JCC. Gratis all ini. Ha? Gratis all in? Iya, gratis, gak pakai nego…😀 Tentu saja kami sangat bersemangat mendapat tawaran ini. Kami pun bergerak cepat mengadakan acara skala besar dengan mengundang sebanyak mungkin alumni. Pilihan pun jatuh dengan mengadakan seminar tentang bisnis MRO, bertempat di JCC yang sangat mewah untuk ukuran acara ikatan alumni, apalagi ikatan alumni yang baru lahir. (Bersambung)

Hari Tjahjono

Hari Tjahjono

Teknik Penerbangan '84 Co-Founder PT Abyor International Chairman Indoglobit Association

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *