Insinyur Teknik Penerbangan yang Menulis Novel

ditulis oleh: Azki
sumber: aerospaceitb.wordpress.com

Andi Eriawan dilahirkan di Rangkasbitung, 06 Oktober 1979 dan menyelesaikan studinya sejak tanam kanak-kanak di Kota Bandung. Selain berprofesi sebagai penulis, sarjana Teknik Penerbangan ITB ini masih aktif melakoni hobinya sebagai Load Engineer di sebuah BUMN.

 

Awalnya saya tertarik membaca novel Bung Andi dengan alasan dia alumni Teknik Penerbangan ITB. Penasaran, seperti apa novel yang lahir dari seorang insinyur. Novel Always Laila, saya baca waktu saya tingkat satu. Sangat bagus. Apalagi didukung dengan beberapa nama tokoh dan tempat yang sama sekali tidak disamarkan membuat membacanya menjadi terasa nyata. Gaya menulisnya unik. Alurnya yang kadang disusun melompat-lompat justru menjadi keunikan yang membuat pemahaman pembaca dibuat naik turun dengan bumbu rasa penasaran. Dari segi romantisme kisah, Always Laila begitu menggigit meski tidak dengan happy ending.

Novel keduanya, Love for Show, yang terbit tahun 2007 Bung Andi ngocol abis. Gaya melucunya begitu menarik diikuti. Oya, saya menyebut Andi Eriawan dengan sebutan ‘Bung Andi’ di posting ini karena di novel keduanya ini dia marah-marah dipanggil ‘Mas’ karena merasa bukan orang jawa.

Masih ditahun yang sama, Andi Eriawan menulis satu novel lagi yang diinspirasi dari lagu Letto : Ruang Rindu dan diberi judul yang sama pula. Pernahkah Anda menemukan ending dari sebuah kisah justru ditemukan di Prolog? Di Ruang Rindu Anda akan menemukannya, tetapi sebelum selesai membaca Anda tidak akan tahu bahwa itu adalah ending kisah novel ini.

Dijamin tidak menyesal membelinya! Bung Andi, maaf jika saya telah membaca ketiga novel Anda tanpa membelinya. Tapi sejak Anda mengabarkan terbitnya novel terbaru Anda, saya mencari target. Setidaknya sudah tiga orang berhasil saya kompori untuk membeli novel kedua dan ketiga Bung Andi. Dan dari merekalah saya ikut membaca. Kedua novel terakhir ini sekarang lagi hot diangkatan saya, sering dibaca disaat kuliah.

Mukhlason

Mukhlason

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *